Page 1 (data 1 to 30 of 31) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
FUADA S
Institutions
Microelectronic, Institut Teknologi Bandung
Abstract
NEMS (Nano Electromechanical Systems) comes from needs of an integrated system able to characterize the electro-mechanical systems at nanoscale.This paper reviews and discusses recent progress in nano-electro-mechanical system (NEMS) based memory devices and their main figures of basic knowledge, advatages-disadvatages, opportunities and challenges.
Keywords
NEMS, Memory
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Masruro Tufani Ahmad
Institutions
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
Abstract
Daerah Irigasi (DI) Pondok Waluh memanfaatkan potensi air dari Sungai Tanggul melalui Bendung Pondok Waluh dan melayani areal baku sawah seluas 7263 Ha. DI ini secara administratif terletak di Kabupaten Jember. Kondisi Jaringan Irigasi (JI) Pondok Waluh saat ini masih cukup baik, namun pada saluran terdapat sedimentasi yang menyebabkan kapasitas saluran mengalami penurunan. Permasalahan sedimen ini menyebabkan penyediaan, pembagian, dan pendistribusian air irigasi ke petak-petak tersier pada DI Pondok Waluh sangat berkurang dibandingkan dengan debit rencana. Di sisi lain, ketersediaan anggaran atau dana pemeliharaan sangat terbatas atau tidak mencukupi bila pengerukan sedimen dilakukan serentak seluruh DI Pondok Waluh dalam satu tahun anggaran. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini bermaksud mengadakan analisa kapasitas saluran dengan pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah besar kapasitas saluran dan sedimentasi yang ada di saluran. Kemudian hasil penelitian ini akan digunakan sebagai model optimalisasi pemeliharaan saluran dengan biaya pemeliharaan yang terbatas menggunakan metode goal programming. Setelah adanya pengerukan sedimen maka kapasitas saluran eksisting akan berangsur-angsur kembali seperti kondisi semula atau sesuai dengan kapasitas rencana. Dengan begitu maka debit air yang tersedia untuk irigasi juga semakin meningkat, sehingga diharapkan bisa mengoptimalkan layanan areal irigasi.
Keywords
Jaringan Irigasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, Linear Programming
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Ika Rahayu
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Penelitian deskriptif ini bertujuan menganalisis konten teks konsep hidrokarbon berdasarkan struktur makro dan representasi kimia gambar pada buku teks kimia SMA/MA menggunakan kriteria keterhubungan representasi kimia GKitzia. Hasil analisis konten buku A dibandingkan dengan buku standar pada konsep kunci kimia organik, hidrokarbon, alkana dan sikloalkana, alkena dan alkuna, hidrokarbon aromatik, penamaan hidrokarbon, berturut-turut adalah: 50%, 100%, 31,8%, 47,8%, 12,5%, 59,1%. Sedangkan hasil analisis konten buku B dibandingkan dengan buku standar dengan konsep yang sama berturut-turut adalah: 50%, 83,3%, 59,1%, 52,2%, 12,5%, 59,1%; buku A dan B tidak membahas konsep turunan senyawa hidrokarbon. Hasil analisis representasi gambar menunjukkan kriteria C1 yang paling banyak pada ketiga buku adalah simbolik, dan paling dominan pada buku A sebanyak 77,4%; kriteria C2 pada buku standar dan buku A yang paling banyak adalah implisit, dan paling dominan pada buku A sebanyak 75,8%, sedangkan yang paling banyak pada buku B yaitu eksplisit sebanyak 70,2%; kriteria C3 yang paling banyak pada ketiga buku adalah sepenuhnya terkait dan terhubung, dan paling dominan pada buku standar sebanyak 83,9%; kriteria C4 yang paling banyak pada ketiga buku adalah memiliki caption yang sesuai, dan paling dominan pada buku standar sebanyak 62,9%; serta kriteria C5 pada buku standar dan buku A yang paling banyak adalah kurang terhubung, dan paling dominan pada buku A sebanyak 100%, sedangkan yang paling banyak pada buku B yaitu cukup terhubung sebanyak 69%.
Keywords
Buku Teks, Hidrokarbon, Kriteria Keterhubungan Representasi Kimia
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Bavitra -
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Abstrak Solok Selatan merupakan salah satu kabupaten Sumatera Barat yang terdapat banyak pegunungan dan berada disepanjang Bukit Barisan. Kondisi wilayah ini mengakibatkan kondisi wilayah Kabupaten Solok Selatan memilki curah hujan tinggi tiap tahunnya, sehingga berdampak bertambahnya jumlah aliran air pada suatu wilayah yang berakibat terjadinya banjir. Perlu dilakukan penganalisaan curah hujan yang terjadi di wilayah Solok Selatan untuk mengetahui dampak curah hujan dengan banjir yang terjadi di Solok Selatan tahun 2014. Data curah hujan yang diperoleh berasal dari tiga titik pos pengamatan di Solok Selatan yaitu Jalan Balantai, Muara Labuh, dan Padang Aro. Berdasarkan data curah hujan yang telah diolah, diprediksi curah hujan yang terjadi pada tahun 2014 termasuk kategori hujan lebat. Curah hujan maksimum tertinggi terdapat pada bulan januari dan November 2014 dengan curah hujan 105 mm dan 63,5 mm. Jumlah Curah hujan yang tertinggi dari ketiga titik pos pengamatan di Solok Selatan terjadi pada bulan Januari dan November 2014 dengan jumlah curah hujan 336 mm dan 505 mm. Curah hujan yang lebat, penyempitan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), dan penebangan hutan secara liar diprediksi salah satu penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Solok Selatan pada Januari, Februari dan November 2014.
Keywords
Curah hujan, Banjir, Daerah Aliran Sungai (DAS), Solok Selatan
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Nur Komala Eka Sari
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Tanah secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman serta menyuplai kebutuhan air dan udara. Secara kimiawi tanah berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana serta unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl), dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme). Namun seiring dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan manusia, maka pencemaran tanah dapat terjadi. Pencemaran tanah biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri, penggunaan pestisida, air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat. Oleh karena itu perlu dilakukannya analisis tanah. Pada penelitian ini, parameter untuk mengetahui kualitas tanah yang digunakan, yaitu keasaman tanah (pH), kapasitas tukar kation, kapasitas tukar anion dan penentuan logam berat. Sampel yang diambil yaitu tanah kebun dan tanah muara. Penentuan pH dilakukan dengan dua metode dan secara duplo, yaitu dengan mengekstrak tanah dengan air(pH H2O) dan KCl (pH KCl). Berdasarkan hasil pengukuran, pH H2O tanah kebun yaitu 7,395 sedangkan tanah muara 8,925. pH H2O menunjukkan banyaknya ion yang terdapat pada permukaan tanah. Berbeda halnya dengan pH H2O, pH KCl yang menunjukkan banyaknya ion yang terikat didalam tanah. Tanah kebun mempunyai pH KCl sebesar 6,02 sedangkan tanah muara sebesar 9,2. Kapasitas tukar kation secara in situ ditentukan dengan terlebih dahulu mengekstrak tanah dengan KCl dengan perbandingan 1:5. Selanjutnya ekstrak tersebut dengan larutan NaOH. Kapasitas tukar kation tanah kebun yaitu 0,010524. Sementara itu, kapasitas tukar anion ditentukan dengan mentritrasi larutan ekstrak dengan H2SO4. Kapasitas tukar anion tanah muara sebesar 0,0201. Penentuan logam berat Cu, Cd, Pb, Cr dilakukan dengan AAS dengan mengekstrak tanah menggunakan HNO3 pekat, HF pekat dan H2O2 pekat. Kadar logam berat pada tanah berada di bawah batas akumulasi.
Keywords
Tanah, pH, kapasitas tukar kation, kapasitas tukar anion, logam berat, Sawarna
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Silviana Maya Purwasih
Institutions
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS)
Abstract
Virus influenza terus berkembang dan berevolusi menjadi virus-virus baru, ini berarti setiap orang dapat terinfeksi beberapa kali sepanjang hidupnya. Virus H1N1-p yang mewabah pada manusia dan H5N1 yang menyerang hewan dan manusia dapat menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Dengan demikian, adanya dinamika mobilitas penduduk yang terjadi dalam suatu populasi, dapat memperluas daerah penyebaran virus. Perluasan ini, memungkinkan terjadinya pandemik dari koalisi kedua virus tersebut. Pada makalah ini, akan dilakukan analisis stabilitas pada model pra-koalisi antara virus H1N1-p dan H5N1 berdasarkan Bilangan Reproduksi Dasar, yang kemudian disimulasikan secara numerik.
Keywords
model pra-koalisi virus, bilangan reproduksi dasar, Stabilitas
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Ridwan Ramdani
Institutions
a) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*ridwanramdani[at]students.itb.ac.id
b) Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan A.H. Nasution 105, Bandung 40614, Indonesia
c) Tan Tock Seng Hospital (TTSH), Singapura
Abstract
Salah satu tahapan penting dalam perhitungan dosis pada radioterapi dengan menggunakan algoritma Monte Carlo (MC) adalah tahapan commissioning. Tahapan ini bertujuan untuk memvalidasi model virtual yang telah dibangun dengan menggunakan algoritma MC terhadap Pesawat Linear Accelerator (Linac) yang sebenarnya. Pada penelitian ini dilakukan kalibrasi model virtual pesawat Linear Accelerator Varian Clinac iX foton beam 10 MV. Pembuatan model virtual Linac menggunakan data karakteristik treatment head pesawat Linac Varian Clinac iX yang berada di Tan Tock Seng Hospital (TTSH), Singapura. Proses commissioning ini dilakukan 2 tahap yakni pemodelan virtual linac dan simulasi pada phantom air. Tahap awal dilakukan dengan menggunakan BEAMnrc/EGSnrc code system. Model Linac ini dilengkapi dengan 60 pasang Millenium MLC (multileaf collimator). Model virtual ini dibuat dengan membagi menjadi 2 bagian yakni patien-dependent component dan patient-independent component. Pembagian ini bertujuan untuk mereduksi waktu simulasi yang dibutuhkan dan mempermudah simulasi jika menggunakan field size yang berbeda. Selanjutnya, model virtual linac yang telah dibuat digunakan untuk menghitung Percentage Depth Dose (PDD) dan profil dosis di phantom air (water phantom) yang berukuran 40x40x40 cm3 menggunakan simulasi Monte Carlo pada BEAMnrc/DOSXYZnrc dengan variasi energi elektron awal 10.1 MeV, 10.2 MeV, 10.3 MeV dan 10.4 MeV. Field size dan SSD (source to surface distance) masing-masing sebesar 10x10 cm2 dan 100 cm. Tahap akhir, hasil perhitungan kemudian akan dibandingkan dengan hasil pengukuran, jika deviasi hasil perhitungan dengan pengukuran kurang dari 5% maka model virtual linac yang dibuat dikatakan telah terkalibrasi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa energi elektron 10.3 MeV memiliki deviasi yang paling kecil yaitu PDD 1.07 %, Dmax 4.16 % dan profil dosis 19.52 %. Sehingga model virtual Linac ini terkalibrasi dengan energi elektron 10.3 MeV.
Keywords
Commissioning, Monte Carlo, EGSnrc User Code
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Yopy Mardiansyah
Institutions
Jurusan Fisika
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Dinamika material butiran dua-dimensi dalam bentuk silinder di atas alas mendatar yang digetarkan secara horisontal dilaporkan dalam tulisan ini. Sumber vibrasi adalah motor DC yang dapat diatur kecepatannya sehingga frekuensi vibrasi f dan amplitudo vibrasi A dapat ditentukan dengan bantuan sensor optocoupler yang diakuisisi menggunakan perangkat keras komputer papan tunggal Arduino Uno. Percepatan tak-berdimensi (Γ = 4π2f2A/g), yang telah umum dalam bidang material butiran, digunakan untuk mengamati transisi dari keadaan silinder stabil, berotasi tanpa slip, dan berotasi dengan slip. Kekasaran permukaan, baik silinder ataupun alas yang bervibrasi horizontal, serta kelunakan permukaan keduanya, menentukan transisi dalam ruang Γ dan f.
Keywords
vibrasi horisontal, butiran dua-dimensi, rolling friction, parameter vibrasi
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Asri Setyaningrum
Institutions
1,2) Program Studi Magister Pengajaran Fisika
Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesa No. 10 Bandung, Indonesia 40132
a)setyaningrum.asri[at]gmail.com
b)hendrajaya3[at]gmail.com
Abstract
P.T. Krakatau Posco merupakan salah satu industri baja yang terletak di Cilegon, Banten yang beroperasi menggunakan teknologi Blast Furnace. Blast Furnace adalah suatu teknologi yang menggunakan udara panas dalam proses pembuatan baja. Seluruh bahan baku seperti bijih besi, kokas, dan batu gamping akan mengalami rangkaian proses reduksi, reaksi Boudouard, reaksi pengurangan dan akan diproses lebih lanjut dalam rangkaian proses ironmaking. Prinsip-prinsip yang mendasari proses pembuatan baja seperti larutan padat-padat biner, larutan eutetik, campuran dengan Ti maupun Ni hingga konsep baja nano karbon dikaji melalui studi literatur. Studi lapangan pada P.T Krakatu Posco juga dilakukan untuk mengetahui rangkaian proses termodinamika yang terjadi dalam pembuatan baja produk P.T Krakakatau Posco.
Keywords
Termodinamika, Baja, Krakatau Posco
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Sapto Hermawan
Institutions
1Guru Mata Pelajaran Fisika,
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cisarua Bandung Barat,
Jl. Kolonel Masturi No. 64 Cisarua, Bandung Barat, Indonesia, 40551
2Departemen Pendidikan Fisika,
Prodi Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154
a) mutiahindayantis[at]gmail.com (corresponding author)
b) sapto.hermawan[at]student.upi.edu (corresponding author)
Abstract
Pembelajaran Fisika pada materi Hukum Newton tentang Gerak merupakan proses belajar dan mengajar yang membahas hukum I Newton (Inersia), hukum II Newton (gerak benda) dan hukum III Newton (aksi-reaksi). Proses ini dilakukan oleh guru bidang studi Fisika menggunakan berbagai modus representasi yang terdisipliner. Selanjutnya dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah siswa SMA khususnya yang telah diterapkanya kurikulum 2013 revisi.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek untuk penelitian ini berjumlah 33 siswa SMA kelas X pada salah satu sekolah di Bandung Barat. Adapun Intrumen yang digunakan berupa soal-soal essay yang berbasiskan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Pengukuran kemampuan pemecahan masalah dilakukan secara pre-test dan post-test yang mengukur indikator Multiple-ways of Rosengrant yang terdiri dari; menggambarkan dan menerjemahkan, menyederhanakan, menunjukan secara fisis (free body-diagram), penggunaan persamaan matematis, dan penyelesaian masalah. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif persentase. Hasil dari penelitian diperoleh nilai persentase jumlah siswa yang konsisten dalam menggunakan setiap indikator yaitu kategori siswa pada indikator menggambarkan dan menerjemahkan 48,48%, menyederhanakan 27,28%, menggunakan free-body diagram 30,30%, menggunakan persamaan matematis 84,85%, dan penyelesaian masalah 84,85% dari jumlah seluruh subjek penelitian. Hasil ini termasuk dalam kategori peningkatan sedang menurut kriteria N-gain ternormalisasi dengan skor
Keywords
kemampuan pemecahan masalah, multiple ways of Rosengrant dan Hukum Newton Gerak Lurus
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Durrotul Uuliyah
Institutions
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan tanaman akar wangi (Vetiveira zizanioides L) sebagai tanaman akumulator dalam remidiasi air limbah yang mengandung logam Cu dengan metode ERASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman akar wangi untuk menyerap logam berat dalam limbah dengan parameter uji kualitatif perubahan morfologi tanaman dan kuantitatif konsentrasi logam Cu dan pengukuran angka klorofil sebagai parameter tingkat stress pada tanaman. Metode ERASI, EAPR-aerasi (electro-assisted phytoremediation-Aeration) yang merupakan metode gabungan fitoremediasi, dengan bantuan listrik yang dialirkan melalui elektroda untuk membantu mobilitas polutan dari sumber limbah ke arah akar tanaman serta penambahan aerasi untuk meningkatkan konsentrasi oksigen di dalam limbah. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan 3 metode yaitu fitoremediasi, fito-aerasi dan EAPR-aerasi (ERASI), dengan konsentrasi Cu 29 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang lebih cepat menyerap Cu adalah tanaman akar wangi pada metode ERASI yang ditandai dengan perubahan morfologi tanaman yang lebih cepat layu, kering hingga terbakar namun tidak mengalami tingkat stress yang tinggi karena angka klorofil yang dihasilkan paling tinggi.
Keywords
fito-aerasi, akar wangi (Vetiveira zizanioides L), EAPR, fitoremediasi, ERASI
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Ani Riyani
Institutions
aPoltekkes Kemenkes Bandung, Jl. Babakan Loa 01/06, bStaba Bandung, jl. Padasuka Bandung.
Abstract
Untuk melakukan ekstraksi flavonoid dalam suatu bahan simplisia dapat digunakan berbagai metode dan berbagai jenis pelarut agar didapat ekstrak yang optimal. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi flavonoid dari batang pohon pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum) dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut akuades, metanol, etanol, dan etil asetat. Ekstrak yang didapat dihitung rendemennya, diamati warnanya, diuji adanya flavonoid, dan ditetapkan kadar flavonoid dalam ekstrak yang didapat. Hasil dari penelitian ini didapat jumlah rendemen ekstraks dengan pelarut akuades 11,51%, pelarut metanol 9,01%, pelarut etanol 9,03%, dan pelarut etil asetat 1,08%. Hasil uji fitokimia flavonoid dari ekstrak batang pohon pisang metode soxhletasi menunjukkan hasil positif flavonoid pada ekstrak metanol, ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat, sedangkan pada ekstraks akuadest flavonoid negatif. Penetapan kadar flavonoid secara spektrofotometri menggunakan standar kuersetin, didapat kadar rata-rata flavonoid dari ekstrak akuades 2,6633 mg/L, ekstraks metanol 8,4301 mg/L, ekstraks etanol 7,7842 mg/L, dan ekstraks etil asetat 5,3754 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstraksi flavonoid metode soxhletasi dari batang pohon pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum) optimal menggunakan pelarut metanol dengan kadar flavonoid 8,4301 mg/L.
Keywords
batang pohon pisang, soxhletasi, flavonoid, jenis pelarut
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Yudiansyah Akbar
Institutions
Nuclear Physics and Biophysis Research Division
Bandung Institute of Technology
Abstract
Telah dilakukan pemetaan spasial 2D distribusi potensial listrik gelombang EEG pada penderita skizofrenia dan subjek normal. Sampel pada penelitian ini sebanyak 4 orang, terdiri dari 2 penderita skizofrenia dan 2 orang subjek normal sebagai kelompok kontrol. Perekaman data penderita skizofrenia dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, sedangkan perekaman subjek normal dilakukan di Laboratorium Biofisika ITB. Subjek direkam menggunakan Neuroheadset Emotiv Epoc (Brain Computer Interface and Scientific Contextual EEG) dengan menggunakan 14 elektroda, yaitu AF3, F7, F3, FC5, T7, P7, O1, O2, P8, T8, FC6, F4, F8, AF4 dan 2 elektroda referensi. Lama perekaman masing-masing subjek berkisar 4-6 menit pada saat resting state. Durasi pencuplikan data selama 3 menit kemudian diolah dan dianalisis menggunakan centering, filtering kemudian dilakukan pemetaan distribusi potensial listrik menggunakan software Matlab 2010a. Hasil pemetaan distribusi potensial listrik menunjukan penurunan aktivitas lobus frontal pada penderita skizofrenia. Hal ini dapat dilihat dari kontur warna lobus frontal pada subjek normal lebih merah di banding penderita skizofrenia. Hasil kuantifikasi data menunjukkan rata-rata penurunan potensial listrik lobus frontal pada penderita skizofrenia sebesar 54.56 μV.
Keywords
pemetaan distribusi potensial listrik, gelombang otak, EEG, skizofrenia
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Ikha Rizky Ramadani
Institutions
a) Jurusan Statistika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
*ikharizky[at]gmail.com
Abstract
Extreme Value Theory (EVT) merupakan salah satu metode statistika untuk mengidentifikasi kejadian ekstrim. Metode ini biasanya digunakan untuk memodelkan kejadian-kejadian yang bersifat ekstrem, seperti kerugian yang jarang terjadi tetapi memiliki dampak yang sangat besar. EVT banyak diterapkan pada bidang lingkungan (environment) misalnya kejadian cuaca ekstrim seperti badai salju, gelombang panas (heat waves), dan curah hujan ekstrim yang kerap menimbulkan dampak destruktif pada kehidupan manusia. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, analisis kejadian ekstrim seringkali dilakukan secara univariat atau pada satu lokasi saja. Sedangkan kuantitas unsur cuaca seperti suhu dan curah hujan biasanya diukur berdasarkan lokasi dan waktu atau merupakan data spasial. Oleh sebab itu, pemodelan spasial dan temporal diperlukan pada analisis kejadian ekstrim. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kejadian ekstrim secara spasial adalah Max Stable Processes (MSP). Metode ini berfungsi untuk memodelkan dependensi ekstremal antar lokasi dengan mentransformasikan distribusi marjinal nilai ekstrim ke dalam distribusi Frechet. Pada perkembangannya, aspek temporal atau dependensi waktu turut diperhitungkan ke dalam MSP atau yang disebut dengan Space-Time Max Stable Processes. Pada penelitian ini dikaji mengenai prosedur analisis Space-Time Max Stable Processes dengan aplikasi data curah hujan ekstrim di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.
Keywords
Extreme value theory; max stable processes; space-time max stable processes; curah hujan ekstrim; dependensi ekstremal
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Rosna Malika
Institutions
a) Jurusan Statistika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Jawa Timur 60111
*rosna23[at]gmail.com
Abstract
Kejadian cuaca dan iklim ekstrem merupakan sesuatu yang langka dan sulit untuk dihindari serta memberikan dampak yang seringkali merugikan terhadap berbagai segi kehidupan. Berdasarkan data observasi yang ada dan perkembangan ilmu pengetahuan berkaitan dengan model iklim menunjukkan bahwa kejadian bencana alam akan semakin meningkat di masa mendatang. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pengetahuan untuk mempelajari kejadian-kejadian ekstrem, khususnya secara spasial. Pada kasus Extreme Value Theory (EVT) univariat, data ekstrem hanya diukur dan dianalisis pada satu titik atau lokasi, namun kejadian alam seperti suhu, curah hujan, dan angin terjadi karena proses alamiah serta dipengaruhi oleh kondisi suatu tempat (unsur spasial). Spatial extremes modeling berawal dari pemodelan nilai ekstrem dengan distribusi nilai ekstrem multivariat sehingga data ekstrem pada beberapa titik lokasi observasi dipandang sebagai variabel multivariat. Kesulitan utama dalam mempelajari metode spatial extreme adalah kurangnya model yang fleksibel dan metode inferensial yang sesuai. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan lain salah satunya dengan menggunakan proses max-stable. Proses max-stable analog dengan nilai ekstrem multivariat yang mempunyai pendekatan distribusi Generalized Extreme Value (GEV). Konsep dasar proses max-stable adalah memperluas distribusi nilai ekstrem multivariat ke dimensi yang tak terbatas yaitu konteks spasial. Pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan spatial extreme di Indonesia dengan proses max-stable model Schlather pada studi kasus data curah hujan ekstrem di Kabupaten Lamongan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat mengidentifikasi dependensi spasial curah hujan ekstrem dengan ekstremal koefisien dan madogram yang merupakan pendekatan dari variogram. Selain itu juga dapat menentukan nilai estimasi parameter distribusi Generalized Extreme Value (GEV).
Keywords
Curah hujan ekstrem, Spatial extreme modeling, Proses Max-stable, Distribusi Generalized Extreme Value (GEV)
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Susanti Sihono
Institutions
1. Guru Fisika SMK Negeri 13 Bandung, Jl. Soekarno-Hatta Km.10 Bandung Indonesia, 40286
2. Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) susantisihono[at]gmail.com (corresponding author)
b) nurul[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Makalah ini membahas tentang penentuan konstanta pegas dari sebuah pegas tunggal yang memiliki 90 buah lilitan tersusun dari kawat berdiameter 0,77 mm. Pegas tersebut dianggap tersusun seri dari 1, 2, atau 3 segmen pegas. Jumlah lilitan segmen pegas bervariasi yaitu 15, 30, 45, 60 dan 90 lilitan dengan konstanta pegas hasil percobaan masing-masing 24,14, 10,84, 7,46, 5,63 dan 3,69 N/m. Hasil pengukuran menyimpulkan bahwa nilai konstanta pegas k berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan pada pegas. Relasi antara konstanta pegas dari total pegas terhadap konstanta pegas dari masing-masing segmen pegas yang tersusun seri berlaku persamaan . Setelah penentuan konstanta pegas maka nilai modulus Young kawat dapat ditentukan apabila data parameter pegas (yaitu diameter kawat, diameter pegas dan jumlah lilitan) dan Poisson
Keywords
hukum Hooke, konstanta pegas
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Puspa Monalisa
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
PAD (Peripheral Artery Disease) sebagai salah satu penyakit kardiovaskular dapat dideteksi keberadaannya dengan menggunakan teknik ABPI. Perbandingan tekanan darah sistole pada ankle dan brachial dapat menunjukkan adanya penyempitan pada pembuluh arteri. Sistem peredaran darah manusia pada arteri dapat dianalisa dengan menggunakan pendekatan persamaan Bernoulli karena darah dapat diasumsikan sebagai fluida ideal. Selain tekanan, pemompaan darah ke seluruh tubuh juga dipengaruhi oleh kontraksi ventrikel jantung (denyut jantung). Jumlah denyut jantung setiap menit (pulse rate) setiap orang tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep fluida pada pengukuran tekanan darah pada posisi berbaring, duduk, dan berdiri, mengetahui pengaruh exercise terhadap hasil pengukuran pulse jantung dan mengetahui peran ABPI sebagai informasi awal adanya PAD. Alat yang digunakan untuk pengambilan data berupa 1 set tensimeter digital merk OMRON tipe JPN-1 dengan menggunakan metode osilometri. Hasil penelitian sementara yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa pada posisi duduk dan berdiri hasil pengukuran pada ankle jauh lebih besar daripada brachial karena terdapat perbedaan ketinggian antara ankle dan brachial. Pulse rate jantung setelah melakukan exercise lebih tinggi daripada saat beristirahat. Hasil ABPI pada 2 subjek yang diukur menunjukkan subjek 2 lebih beresiko mengalami PAD.
Keywords
ABPI, PAD, pulse rate, tekanan darah, exercise
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Dzikri Rahmat Romadhon
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Medan listrik statis homogen sebesar 2,0 dan 2,4 kV/m dipaparkan pada biji kacang hijau (Vigna radiata) dan padi ciherang (Oryza sativa) dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Sebelum dipaparkan terhadap medan listrik, biji-bijian direndam selama 2 jam dalam air tanah. Medan listrik statis dibangkitkan dengan menyusun dua lempeng plat seng berdiameter 15 cm dan dengan jarak antar lempeng 0,5 cm. Masing-masing lempeng dihubungkan dengan kutub positif dan negatif catu daya arus searah. Setelah biji-bijian terpapar oleh medan listrik, biji-bijian tadi ditempatkan pada cawan yang telah dilapisi kapas yang telah dibasahi. Biji yang telah muncul bakal akar sepanjang 2 mm dianggap telah berkecambah. Pada kacang hijau, semua biji yang terpapar oleh medan listrik sebesar 2,0 kV/m berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol di akhir pengukuran, 56% lebih banyak dari kontrol untuk kelompok dengan waktu paparan 150 menit. Untuk medan listrik 2,4 kV/m tiga kelompok dengan waktu paparan 90, 120, dan 150 menit berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol di akhir pengukuran, 70% lebih banyak dari kontrol untuk kelompok dengan waktu paparan 150 menit. Pada padi ciherang, tiga kelompok biji dengan waktu papar 30, 120, dan 150 menit pada medan listrik sebesar 2,0 kV/m berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol, 17% lebih banyak dari pada kontrol untuk waktu paparan 150 menit. Sedangkan pada paparan medan listrik sebesar 2,4 kV/m hanya kelompok dengan waktu paparan 60 menit yang berkecambah lebih banyak daripada kontrol, 10% lebih banyak.
Keywords
Medan listrik statis, Kacang hijau, Padi, Perkecambahan, Waktu paparan
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Rini Shoffa Aulia
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Pengukuran dosis absolut energi 6 MeV (elektron) dilakukan untuk mendapatkan besarnya dosis serap energi elektron pada kedalaman maksimum (Dmax) menggunakan ionization chamber dengan energi nominal 6 MeV dari pesawat Linac. Dosis serap dari pesawat Linac yang dipancarkan diatur untuk 200 mU. Pengukuran dosimetri absolut dilakukan dengan menggunakan detektor ionisasi jenis plat parallel (Marcus Chamber). Pengukuran dosis serap dilakukan di dalam water phantom di kedalaman maksimum pada jarak sumber radiasi ke permukaan phantom 100 cm dengan lapangan radiasi yang dibentuk oleh aplikator yang berukuran 10 cm x 10 cm. Detektor diletakkan di dalam water phantom dengan temperatur 23�C dan tekanan udara selama pengukuran adalah 101,3 kPa dengan NDwq= 1.396 Gy/nc, lalu R50 = 2.425 g/cm� dan Rel.humidity = 50%. Perhitungan hasil pengukuran dilakukan dengan mengacu pada protokol IAEA, yang terdapat pada TRS 398. Hasil yang diperoleh menunjukkan dosis serap kedalaman referensi yaitu 0,582166 nc/mU, dan dosis serap Dmax sebesar 1,788 cGy/200mU.
Keywords
Linac, water phantom, dosis, TRS 398
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Dini Afriansyah
Institutions
UPI
Abstract
Pentingnya Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran Biologi Dini Afriansyah Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan materi Biologi bermuatan nilai untuk meningkatkan prestasi siswa dan sikap dengan menggunakan penelitian eksperimen. Proses pembelajaran ini merupakan bagian dari model pembelajaran sains yang terintegrasi, yang merupakan upaya inovatif dalam pendidikan. Metodologi pembelajaran yang yang menggunakan pendekatan nilai didasarkan pada pemahaman nilai-nilai praktek, sehingga pembelajaran yang memiliki beberapa nilai, yang memberikan penguatan untuk penguasaan konsep, dan nilai-nilai kehidupan lainnya termasuk kognitif, psikomotor, dan afektif. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga mengubah sikap siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran biologi dengan muatan lima nilai dapat meningkatkan penguasaan konsep pada materi Biologi, dan mengubah sikap siswa (kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol). Proses pembelajaran dapat mendukung pelaksanaan KURTILAS dan tujuan pendidikan nasional. Kata-kata kunci: Pembelajaran Sains, Biologi, Nilai, Sikap dan Hasil belajar
Keywords
Pembelajaran Sains, Biologi, Nilai, Sikap dan Hasil belajar
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Mona Berlian Sari
Institutions
a) Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*na.liansha[at]gmail.com
Abstract
Salah satu mekanisme interaksi yang terjadi pada perpindahan foton sinar gamma menembus suatu material adalah hamburan Compton. Pada hamburan Compton, foton mengalami defleksi dari arah pergerakannya semula dengan sudut hamburan tertentu setelah berinteraksi dengan elektron bahan. Teknik hamburan Compton merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk aplikasi uji tak-merusak. Beberapa aplikasi sistem uji tak-merusak menggunakan teknik hamburan Compton sinar gamma adalah pada pendeteksian rongga, inklusi, retakan, dan ketidakseragaman distribusi bahan. Paper ini mendeskripsikan perkembangan penggunaan metode hamburan Compton pada aplikasi uji tak-merusak selama 5 tahun terakhir untuk menemukan kelebihan dan prospek penelitian menggunakan teknik hamburan Compton di masa depan. Pada umumnya penggunaan teknik hamburan Compton dipilih sebagai alternatif keterbatasan metode transmisi pada pengukuran dimana akses dari dua sisi tidak mungkin dilakukan.
Keywords
Hamburan Compton, sinar gamma, uji tak-merusak
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Yoice Srikandace
Institutions
LIPI-P2 Kimia Bandung
Abstract
Kapang endofitik Aspergillus sp1 yang bersimbiosis dengan biota laut sejenis terumbu karang Seroja kol asal Pameungpek, Garut, Jawa Barat telah berhasil diisolasi. Kapang tersebut diisolasi, dipurifikasi dan disimpan sebagai kultur dengan media Potato Dextrose Agar. Produksi polisakarida dari kapang merupakan hasil fermentasi kapang dengan menggunakan media Sabouraud Broth, dengan waktu fermentasi 14 hari pada suhu ruang dengan kecepatan 120 rpm. Polisakarida yang tersekresi dan yang berasal dari dinding sel kapang diuji aktivitas antioksidannya dengan metode 1, 1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Filtrat hasil fermentasi kapang yang diekstraksi dengan etanol 95% disebut exopolysaccharides (EPS), miselium hasil fermentasi kapang yang diekstraksi dengan air disebut water-extracted mycelial polysaccharide (WPS) dan miselium yang diekstraksi dengan Sodium disebut sodium hydroxide-extracted polysaccharide (SPS). Aktivitas antioksidan yang tertinggi berasal dari ekstrak EPS dengan aktivitas sebesar 71,98% pada konsentrasi 100 �g/ml. Ekstrak WPS dan SPS dengan konsentrasi sama hanya mampu menangkal radikal bebas DPPH masing-masing sebesar 52,17 % dan 55,27 %. Selanjutnya, ekstrak EPS dipurifikasi dengan kolom Sephadex G-100, dan diidentifikasi dengan Fourier Transform Infrared Resonance (FTIR). Data spektra inframerah menunjukkan bahwa ekstrak EPS mengandung polisakarida dengan bilangan gelombang 3354 cm-1 yang berkarakteristik untuk gugus fungsional hidroksil (OH), sedangkan untuk ikatan C-O dan C-H pada bilangan gelombang 2358 cm-1 dan 2928 cm-1. Berdasarkan hasil identifikasi molekuler dan analisis pilogenetik, Aspergillus sp1 merupakan spesies baru dengan kemiripan 74% dengan Aspergillus ochraceus.
Keywords
antioksidan, Aspergillus, biota laut, endofitik, pilogenetik, polisakarida
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
NURUL AIDA
Institutions
Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih Bandung
Abstract
PREPARASI SERUM LIPEMIK DENGAN VARIASI WAKTU INKUBASI DAN KONSENTRASI ALKYL BENZENE SULFONAT (ABS) PADA PENETAPAN KADAR ASAM URAT METODE URICASE Riyani, A., Aida, N.* Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih Bandung, jalan Pasir Layung Bandung ani_riyanianalis@yahoo.com, nurul038@gmail.com ABSTRAK Pemeriksaan kadar asam urat dalam serum metode Uricase dapat diganggu dengan adanya kekeruhan dalam serum seperti pada serum lipemik, sehingga dapat menyebabkan hasil tinggi palsu. Penambahan Surfaktan Alkyl Benzene Sulfonat (ABS) pada serum lipemik akan menurunkan tegangan permukaan serum sehingga akan terbentuk Misel pada konsentrasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi dan waktu inkubasi penambahan ABS yang optimal, serta mengetahui presisi dan akurasi kadar asam urat setelah ditambahkan ABS pada kondisi yang optimal. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menambahkan ABS konsentrasi 1,5 %; 1,75 %; 2,0 %; 2,25 % dan 2,5 % dengan waktu inkubasi 5, 10 dan 15 menit. Kemudian disentrifugasi selama 10 menit dengan kecepatan 4000 rpm sampai terbentuk Misel. Selanjutnya data dianalisis dengan uji Anova Dua Arah dilanjutkan dengan Test of Homogeneity variasi dan uji Post Hoc opsi Tukey yaitu membandingkan nilai rata-rata diantara kelompok yang telah dibagi kedalam dua jenis variable independen, untuk mengetahui apakah ada interaksi diantara dua variable independen terhadap variable dependennya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat pada konsentrasi ABS 2,0 % dan 2,25 % akurasinya 0,41% dan presisinya 1,8%.Sehingga disimpulkan konsentrasi ABS 2,0 % adalah yang optimal. Untuk waktu inkubasi tidak menunjukkan hasil yang berbeda, sehingga disimpulkan waktu yang optimal adalah 5 menit. Kata kunci : Asam Urat, Serum Lipemik, Alkyl Benzene Sulfonat (ABS), Waktu Inkubasi
Keywords
Asam Urat, Serum Lipemik, Alkyl Benzene Sulfonat (ABS), Waktu Inkubasi
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Dita Widyo Putro
Institutions
Institut Teknologi 10 Nopember
Abstract
Bencana lahar dingin yang terjadi pasca letusan Gunung Kelud tahun 2014 lalu membawa material sedimen menyebabkan kerusakan infrastruktur di sepanjang Sungai Konto Kediri. Material tersebut membawa batu-batu besar yang menghantam bangunan sabo sehingga menyebabkan kerusakan struktur dan degradasi/agradasi dasar sungai serta tergerusnya daerah kanan kiri tebing sungai yang membahayakan penduduk sekitar. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan infrastruktur yang ada ke kondisi semula namun permasalahan yang timbul adalah dana yang tersedia tidak mencukupi untuk melakukan semua usaha perbaikan infrastruktur tersebut. Untuk itu perlu dilakukan prioritas penanganan. Pada penelitian ini dilakukan analisa untuk memperkirakan laju angkutan sedimen Sungai Konto menggunakan metode Yang�s dengan proses analisa butiran sedimen, analisa struktur bangunan sabo dengan parameter Balai Sabo Kementerian Pekerjaan Umum, serta kondisi terakhir berikut tampungan infrastruktur sabo. Dari kajian didapat dari 10 bangunan sabo hanya 4 bangunan yang memiliki pintu pengambilan air baku sawah. Sabo 1 Siman menyuplai sawah 22.576 Ha sisa tampungan penuh, Sabo 2 Lemurung menyuplai 15.450 Ha sisa tampungan penuh, Sabo 3 Damarwulan sisa tampungan 7000 m3 , sabo 4 kantong lahar badas sisa tampungan 500,000 m3
Keywords
Angkutan Sedimen, Metode Yang, Sabo Dam, Kerugian Bencana
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
valentinus galih vidia putra
Institutions
POLITEKNIK STTT BANDUNG
Abstract
Pada penelitian ini dikaji hubungan antara pengaruh nomor benang terhadap dimeter benang secara teori dan eksperimen. Pengujian secara eksperimen didapatkan melalui rancang bangun alat yarn diameter tester. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Telah diciptakan alat ukur diameter benang (tanpa adanya pengaruh deformasi bentuk yang diakibatkan adanya tekanan luar atau gaya luar); (2) Telah dirumuskan hubungan diameter benang secara eksperimen dengan nomor benang (tex); dan (3) Telah dibandingkan hubungan antara diameter benang secara eksperimen dan diameter benang secara teori.
Keywords
Yarn Diameter,Optik,Nomor benang (Tex)
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Utih Amartiwi
Institutions
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract
Suatu rantai R-modul dan R-homorfisma � →C_(n+1) □(→┬d_(n+1) C_n ) →┬〖 d〗_(n ) C_(n-1) →┬d_(n-1) C_(n-2) →┬� disebut barisan eksak jika Im(d_(n+1) )=ker(d_n). Rantai ini disebut juga rantai kompleks jika d_n d_(n+1) (C_(n+1) )={0}. Davvaz dan Parnian memperkenalkan generalisasi konsep barisan eksak dengan menggantikan {0} dengan Un-1 suatu submodul dari Cn-1 yang disebut dengan U-eksak. Kemudian, Davvaz dan Shabani mengembangkan konsep ini dengan mendefinisikan konsep rantai U-kompleks, U-homologi, rantai (U,U′)- pemetaan, rantai (U,U′)- homotopi, dan U-fungtor. Zn adalah himpunan bilangan bulat modulo n, dimana n∈ Z. Zn merupakan modul atas Z dengan operasi penjumlahan dan perkalian skalar. Sehingga, Zn dapat dikatakan Z-modul. Dalam makalah ini, penulis membuat bentuk umum dari rantai kompleks, U-kompleks, dan (U, U�)-pemetaan dari Zn dengan memanfaatkan sifat-sifat di aritmetika modulo.
Keywords
rantai kompleks, rantai U-kompleks, rantai (U,U′)- pemetaan, aritmetika modulo
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Nita Handayani
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penyakit Alzheimer (Alzheimer�s Disease, AD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang terkait dengan gangguan fungsi neuronal dan kerusakan kognisi, fungsi, dan perilaku secara bertahap. Ada dua teori tentang penyebab terjadinya AD. Pertama dari luar sel, adanya penumpukan peptida amyloid yang disekresikan oleh sel-sel otak sehingga membentuk plak beta-amyloid yang dapat merusak sel. Kedua dari dalam sel, adanya tau protein yang saling berikatan membentuk tangles (neurofibrillary tangles) yang dapat merusak fungsi sel dan menyebabkan kematian sel. Terdapat beberapa biomarker yang dapat digunakan sebagai acuan diagnostik dan prognostik dalam deteksi dini penyakit alzheimer, salah satunya adalah neuroimaging marker. Beberapa teknik pencitraan otak sering digunakan untuk mempelajari proses neuropatologis dan perubahan fungsional dan morfologis yang terjadi pada AD. Metode neuroimaging ini tidak hanya bermanfaat untuk deteksi dini namun juga mampu membedakan AD dari penyakit neurodegeneratif lainnya. Teknik neuroimaging secara umum dibedakan menjadi dua yaitu structural neuroimaging (CT, MRI) dan functional neuroimaging (PET, SPECT dan fMRI). Pengembangan teknik neuroimaging saat ini diarahkan pada modalitas yang bersifat non-invasif, non-radiatif, cepat, murah dan reiabel diantaranya adalah EEG dan Brain ECVT. Dalam makalah ini akan dipaparkan perkembangan terbaru dari kemampuan beberapa teknik neuroimaging baik yang berbasis pencitraan struktural, pencitraan fungsional maupun pengukuran sinyal listrik otak untuk studi deteksi dini AD.
Keywords
teknik neuroimaging, Alzheimer, pencitraan otak, deteksi dini
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Gusti Yuni Shinta Lestari
Institutions
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Abstract
Influenza virus (H1N1-p and H5N1) are a dangerous viruses. Interaction or contact between individuals is the virus transmission medium. The virus transmition to other individuals is so easly may be due to a new strain that occurs as a result of pre-coalition between the two viruses. The indicated of pre-coalition by the relationship between stability (R_0) the existence of both viruses in the system. This paper will be analysis of both viral persistence in the space (L^2) and its association with (R_0) value in the model.
Keywords
-coalition virus, Stability, Pesistence in (L^2) space
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Leni Aziyus Fitri
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik awal batu ginjal menggunakan micro-CT Skyscan 1173. Sebuah batu ginjal dari Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan diameter 1 cm dipindai dengan menggunakan micro-CT Skyscan 1173 resolusi tinggi. Parameter pemindaian terkait sumber yakni 80 kV, arus 100 �A, dan lama paparan 1000 ms serta ukuran piksel 14,9 �m. Citra proyeksi hasil pemindaian dengan sudut rotasi 0,2� direkonstruksi dengan perangkat lunak NRecon yang kemudian akan menghasilkan citra rekonstruksi. Citra rekonstruksi ini berupa kumpulan citra 2D skala-abu (grayscale) yang kemudian dapat ditampilkan dalam 2D dan 3D. Ketebalan irisan citra rekonstruksi adalah 0,015 mm. Dari citra yang dihasilkan ini kemudian dapat dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk ROI tertentu. Analisis kualitatif menggambarkan perbedaan densitas material penyusun batu ginjal berdasarkan perbedaan warna piksel pada citra. Warna piksel yang lebih terang menggambarkan densitas yang tinggi dan sebaliknya. Sedangkan analisis kuantitatif memberikan informasi respon perbedaan material terhadap energi sinar-X dalam derajat keabuan. Derajat keabuan yang tinggi memberikan informasi bahwa material penyusun mengatenuasi sinar-X lebih besar. Nilai derajat keabuan batu ginjal diambil pada irisan 1016 dengan luas daerah pengamatan 161 piksel dan berbentuk lingkaran. Derajat keabuan yang memiliki skala 0-255 pada beberapa daerah pengamatan pada irisan yang sama kemudian dihitung. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh 3 nilai derajat keabuan yang berbeda, yaitu 82,646, 124,894, dan 251,354. Perbedaan derajat keabuan pada irisan yang sama menginformasikan karakteristik penyusun batu, yaitu nilai derajat keabuan yang tinggi berkaitan dengan material yang memiliki massa jenis lebih tinggi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa batu ginjal tersebut merupakan batu ginjal campuran (heterogen).
Keywords
batu ginjal, micro CT Skyscan 1173
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Wiwit Denny Fitriana
Institutions
(a*) Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang, Indonesia
(b) Department of Chemistry, Faculty of Mathemathics and Natural Science, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS-Sukolilo, Surabaya, Indonesia 60111
Abstract
Radikal bebas dan Reactive oxygen Species (ROS) merupakan penyebab terjadinya penyakit seperti kanker, diabetes,kardiovaskular dan inflamatori. Adanya peningkatan jumlah radikal bebas dan produksi ROS yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan tambahan antioksidan dari luar tubuh. Selama ini ada beberapa obat sintesis antioksidan seperti (Butil Hidroksi Anisol) BHA dan (Butil Hidroksil Toluen) BHT. Namun pada penggunaanya, obat ini menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan sumber antioksidan dari alam yang tidak memiliki efek samping jika dikonsumsi. Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa polifenol seperti flavonoid, kuersetin dan kamperol serta sumber vitamin C dan vitamin E. Polifenol merupakan kandungan senyawa yang sebagian besar terdapat dalam tumbuhan yang dapat berperan sebagai antioksidan alami. Kemampuan antioksidan dari tumbuhan dapat dilihat dari kemampuan tumbuhan tersebut untuk menangkap radikal bebas atau dapat mendonorkan atom hidrogen untuk menstabilkan radikal bebas. Untuk mengetahui kemampuan daun kelor sebagai antioksidan, maka telah dilakukan fraksinasi dan uji bioaktivitas penangkapan radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan uji peluruhan warna pada 2,2�-azino-bis-[3-etilbenzotiazolin sulfonat] (ABTS) secara in vitro terhadap fraksi-fraksi daun kelor yang dihasilkan. Trolox digunakan sebagai kontrol positif dengan persentase penghambatan sebesar 96,61% pada uji DPPH dan 94,99% pada uji ABTS. Berdasarkan hasil uji tersebut, dapat diketahui jika fraksi etil asetat menununjukkan nilai aktivitas antioksidan sebesar 85,4% uji DPPH dan 92,12% uji ABTS. Aktivitas antioksidan oleh fraksi etil asetat ini dipengaruhi oleh jenis kandungan senyawa fenolat yang terdapat pada daun kelor seperti kuersetin, flavonoid dan kamperol. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut yaitu tahap isolasi senyawa metabolit sekunder untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil asetat yang berpotensi sebagai antioksidan.
Keywords
antioksidan, DPPH, ABTS, daun kelor
Topic
Lain-lain (ETC)
Page 1 (data 1 to 30 of 31) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats